Habis Lulus Kamu Mau Ngapain (Lagi??)
Sejak kecil, saya selalu penasaran dan terheran-heran dengan teknologi pesawat terbang. Bagaimana tidak, jutaan keping logam metal berat, yang saya yakin pasti tenggelam di air, rupanya bisa dirakit sedemikian rupa sehingga dapat mengangkasa. Lebih ringan dari pesawat kertas saya? Jelas tidak! Tetapi benda bernama pesawat terbang tersebut dapat terbang. Ya iya lah kalau dapat telepon namanya pesawat telepon. Kalau di rumah sakit namanya perawat ... ah sudahlah.
Saya juga menyenangi naik pesawat semenjak saya merasakan naik pesawat. Waw. Benda terbang sakti. Sensasi terbang jelas sudah merasuki sanubari saya sejak saat itu. Selamanya ingin terbang, atau setidaknya ingin merasakan terus berkontribusi kepada pesawat terbang. Sempat terbesit menjadi bisnismen, supaya bisa terbang-terbang terus. Sempat terpikir jadi traveller, supaya bisa jalan-jalan naik pesawat terbang melihat alam yang indah. Tidak, saya tidak sempat terpikir menjadi pramugari, tidak cocok, mungkin cocoknya jadi pramugari di pesawat kargo kali ya.
Cita-cita itu kemudian menghilang perlahan-lahan, karena saya jarang naik pesawat. Lalu naik, terbesit lagi, lalu hilang, lalu sempat muncul lagi ketika mendaftar USM Cap Gajah dan menempatkan FTMD di pilihan ketiga saya. Teknik Aeronautika dan Astronotika alias Teknik Penerbangan fix, gumam batin saya.
Apa daya saya dapat STEI Cap Gajah. Teknik Tenaga Listrik pula. Tentu alhamdulillaah, patut disyukuri, tetapi baiklah mimpi saya kini semakin memudar ...
Hingga semester enam. Kuliah elektronika daya. Konsep more electric aircraft pernah digumamkan oleh seorang insinyur yang saya kagumi, sebut saja beliau Pak Pekik. Pak Pekik mengatakan bahwa kelak teknologi elektronika daya akan mengambil alih dunia (sounds like evil plan didn't it?), tak terkecuali pesawat terbang. Mobil listrik saya tidak heran, tetapi pesawat listrik? Dunia sudah agak gila, Pak Pekik mungkin gila, atau mungkin saya yang sedang tertidur. Rupanya saya sadar, tidak benar-benar seutuhnya pesawat listrik, tetapi pesawat yang lebih digerakkan oleh tenaga listrik ketimbang mekanik, hidrolik, maupun pneumatik. Bisa di googling sih, tetapi kurang lebih padanannya dulu lah ketika dunia heboh-hebohnya dengan pesawat fly by wire, apalagi yang Pak Habibie rancang. Menggantikan aktuator-aktuator mekanik hidrolik dan pnemuatik dengan motor listrik, dan persinyalan elektrik. More electric aircraft katakanlah konsep pengembangan yang lebih maju dari fly by wire.
Bila konsep fly by wire lebih menekankan pada antarmuka kendali pilot - aktuator yang digerakkan sepenuhnya oleh sinyal elektrik, maka more electric aircraft menekankan pada konsep sediaan energi (non propulsi) yang sepenuhnya kini bersifat "elektrik". Tidak ada lagi reduksi roda gigi yang mengendalikan frekuensi generator yang diputar oleh turbin pesawat : frekuensi daya listrik diatur secara elektrik, dan tidak diperlukan lagi "bleed air" sebagai sumber energi beban-beban pneumatik ... ah sudahlah, belum terlalu paham.
Intinya begitu. Saya kembali tertarik lagi dengan industri penerbangan. Kali ini saya mantap, menjadi ensinyur nya, yang menjamin kelaikkan pesawat terbang. Mampu terbang dan mampu kembali untuk mengabarkan pengalaman terbang tersebut.
Bagaimana cara ya?
Semester 7, teman-teman saya di jurusan teknik elektro ada semacam kunjungan industri. Saya juga ada di Teknik Tenaga Listrik ... tapi ke PLTU. Pabrik kabel. Pabrik trafo. Dan Puslitbang PLN. Bolehlah, tapi tidak ada pabrik pesawat. Teman-teman saya di jurusan teknik elektro, secara mengejutkan, ada. Bukan pabrik, sih, mungkin lebih tepatnya "bengkel", tetapi jangan bayangkan bengkel seperti variasi otomotif yang acapkali dapat kita temukan di jalan-jalan raya. Bengkel ini luar biasa besar. Alih-alih garasi, bengkel pesawat ini punya-nya "Hangar", sanggup menampung sekian banyak pesawat, melakukan bongkar ulang, turun mesin, naik mesin, hingga .... segala hal yang mungkin bila diizinkan, melakukan "pimp my plane." Mungkin ya.
Bengkel pesawat itu bernama Garuda Maintenance Facility alias GMF AeroAsia.
Fix.
Saya bertekad suatu saat akan bekerja di perusahaan ini. Menjadi insinyur pesawat terbang, yang memungkinkan pesawat terbang dapat terbang (kembali), terus terbang, terbang terus. Menjamin kelaikkan terbang, membenarkan apa yang rusak, dan meningkatkan apa yang dapat ditingkatkan. Saya ingin "bermain" bersama pesawat terbang ..! Saya ingin berada di balik mereka yang tersenyum saat berpergian dengan pesawat terbang, saya ingin sekuat tenaga saya menghubungkan Indonesia dengan pesawat terbang yang andal dan laik terbang selalu...
Piye tah?
Akhirnya suat bulan Maret 2015 saya mendapatkan info lowongan dari web nya GMF. Sayang, berhubung saat itu sisfo web nya (sepertinya) sedikit mengandung bug, singkat kata data yang saya input selalu tereset. Walhasil, saya menghubungi teman saya yang sudah lebih dulu masuk bulan Desember (masa magang saya belum selesai saat itu), dan mencoba sedikit jalur "Goyang-goyang" : email langsung ke bagian HRD nya.
Tembus. Saya mendapatkan balasan bahwa berkas yang saya kirim (CV dkk) diproses dan akan disertakan daalam seleksi.
Yang tidak saya sangka hanya dua minggu semenjak pengumpulan. Jadi, beginilah tahapannya
Seleksi berkas.
Sudah di atas yaa. Do the best buat CV dan Resume yang menarik.
Tes Bahasa Inggris.
Listening 100 soal. Rasanya lelah banget. Belum juga harus mengerjakan 100 soal reading. Tapi soalnya relatif mudah, walau dibandingkan dengan TOEFL PBT tetap lebih mudah soal ini. Durasi tes hanya 2 jam, dan diumumkan 3 hari setelahnya, psikotest seminggu setelah tes bahasa inggris ini.
Psikotest + Wawancara Psikotest
Inilah. Konon kata senior saya dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2008, banyak sekali yang rontok di tahap ini. Psikotesnya relatif lengkap, dari tes logika, tes inventori, wartegg, menggambar orang, menggambar pohon, dan tentu saja tes koran. Durasi pengerjaan kurang lebih dari jam 08.30 hingga 12.30. Kemudian, secara bergantian, beberapa dari kami (oh ya di tes B. Inggris kurang lebih ada 120an, lalu ini tersisa 60an) akan dipanggil oleh psikolog/HR untuk melaksanakan wawancara psikotest. Bagian ini juga tricky karena yang ditanyakan adalah seputar manajemen stress, manajemen amarah, cara membagi waktu, relasi dengan keluarga, dan sebagainya. Mungkin dilihat kedewasaan dan sikap kerja kita kali ya. Tips nya sih jangan lupa untuk menjaga kontak mata, tetap tersenyum secara natural, atur nafas dengan pede dan tenang, dan jangan melakukan gerakan-gerakan yang lebai. Oh ya, saya ditanyakan oleh intervieweer ini mengenai sosok yang saya gambar. "Ini kamu bossy ya? Kok di sabuknya ada tulisan boss?" "Oh nggak bu, ini dosbing saya, memang seingat saya suka pakai ikat pinggang merek BOSS"... dan interviewer ini tertawa. Ya, kala sempat dan bisa, jangan lupa hibur ibu/bapak interviewer ini. Dibandingkan interviewer di tahap selanjutnya, mereka pasti mewawancara orang yang lebih banyak dan beragam. Mungkin mereka lelah.
Saya menunggu secara HARAP-HARAP CEMAS, dan semakin cemas menyadari teman saya anak teknik penerbangan berkata "Gua di email nih, isinya gak lolos." jreng, aku ya piye. Di sisi lain email yang masuk ke inbox saya hanyalah email-email dari bukalapak dot com. Begitu saya tanya ke dia "Wah tapi tenang sih dot namalu ga ada di list penerima emailnya". Tenang dari hongkong, nais, malah makin berdebar-debar saya enggak ada kepastian begini.
Alhamdulillaah, rupanya memang benar, saya harus tenang, beberapa hari setelahnya (menggenapkan nyaris dua minggu), saya mendapatkan email, diizinkan lanjut ke tahap interview user.
Interview User
Seumur hidup saya baru pernah sampai ke tahapan setinggi ini. User, men. Saya lebih-lebih jiper menyadari bahwa saya adalah peserta interview user termuda, dengan pengalaman kerja terminim, apalagi yang dari kampus Cap Gajah hanya saya. Sisanya, saya bertemu tiga orang, Mas Yanuar, Mas Akbar, dan Mas Arkham. Ketiganya berasal dari kampus Gajah Yang Lain. Mas Yanuar dari Teknik Fisika, dan konon menjadi presiden mahasiswa di eranya, da aku mah apa atuh makin jiper kan. Mas Akbar dari Teknik Mesin, konon secondhand nya Mas Yanuar, duh ya aku piye. Mas Arkham yang paling senior, juga dari Teknik Mesin. Yet the show must goes on lhah ya.
Giliran pertama sepertinya giliran saya. Walah sikat weh lah.
Saya bertemu dengan dua orang user, satu dari pihak HRD yang cukup senior dan satu adalah (konon) seorang GM dari suatu divisi. Karena PT. GMF AeroAsia adalah perusahaan kelas internasional (bedew) maka Pak HRD (oh ya nama sengaja tidak saya sebutkan ya, bisi nanti ketahuan hahahaha) mengajak saya bercakap-cakap dengan Bahasa Inggris. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi bahasa Inggris yang biasanya saya pedekan dan andalkan ketika berbicara dengan bule-bule Aussie di Bali, mendadak luntur total, hanya terbatas pada pemahaman kosakata dasar. Hebat memang aura interviewer. Yang terjadi selanjutnya adalah saya di cut hingga pengenalan diri sendiri dalam bahassa Inggris selesai.
Lalu saya ditanyakan alamat FB saya. Lalu pak HRD yang membawaa laptop ini kemudian sepertinya menyimak-nyimak FB saya dan sedikit tertawa-tawa. Sile cari Dito Wijanarko mungkin membangkitkan tawa anda.
Berlaih ke Pak GM. Saya diulas habis pengetahuan teknis nya. Berkaitan dengan pengetahuan magang saya dalam merancang sistem propulsi mobil listrik, dari hulu hingga hilir. Bagaimana turun spesifikasinya, desain konsep, desain detil, dan dari desain detil bagaimana pembagian beban kerja nya, siapa dapat mengerjakan apa, bagaimana mengintegrasikan dan menguji semua komponen sistem, dsb. Cukup detil, beliau melihat benar bagaimana alur berpikir kita dalam system design (mungkin ini pekerjaan saya di masa depan??? entahlah).
Pengetahuan teknis beres, selanjutnya digali tentang pengalaman ekstrakurikuler saya. Seperti pernah menjabat di ini itu, ikut organisasi ini itu, lalu ... bagaimana kamu membagi waktunya. Saya diberi case misalkan membagi waktu antara pacar kuliah organisasi dan keluarga. Skip skip skip skip setelah menggocek kanan kiri dan memberi jawaban sediplomatis yang saya bisa, saya diberikan statement "Kamu sekarang udah ga ada pacar? Yah itu tuh makanya manajemen waktu kamu ke pacar kurang tuh dulu." Jreng. Hahahaha sial juga, tapi ada benarnya. Eh malah curhat.
Yaudah ...
Saya hanya menghabiskan waktu relatif 45 menit. Paling singkat. Ketimbang selanjutnya Mas Yanuar dan Mas Arkham.
Kami kembali harap-harap cemas, tetapi memang mental Mas Yanuar sudah teruji, beliau membesarkan hati kami "In syaa Allah sekantor lah kita nanti. Sampai jumpa ya."
Medical Check Up
Langsunglah besok (kemarin hari Kamis) siang nya menjelang Jum'atan saya diberikan email. Senen diharapkan checkup ke Lab Cito Fatmawati. Men, kondisi saya saat itu sebenarnya sedang tidak fit benar, sedang dilanda sakit bernama Otitis Media Akut. Saya khawatir benar obat-obat yang saya minum akan memengaruhi pembacaan urin maupun darah, dan saat pengecekan fisik telinga nanti akan ketahuan. Ah tapi sudahlah, bermodalkan kepedean sedikit, in syaa Allah lah bisa dilewati. Mulai hari Jum'at hingga Minggu malam saya benar-benar menjaga pola makan. Karena diharuskan makan terakhir jam 10, maka untuk alasan kesehatan saya makan terakhir jam 7 malam, dan setengah 10 mengonsumsi satu buah pisang.
Sayangnya, keesokan harinya di Lab Cito, saya entah mengapa memberitahukannya terakhir makan jam 7, walhasil saya harus datang kembali esok hari. Untungnya saya masih bisa melakukan pemeriksaan yang lain seperti pemeriksaan fisik dan EKG.
Baiklah, selasa datang, lalu melaksanakan pengambilan darah, urin, dan feses. Oh ya sekedar tips, lebih baik persiapkan benar-benar strategi mengambil feses, bila tidak ingin menunggu lama seharian sampai jam setengah 12 siang. Oh ya mengenai rontgen, karena baru beberapa minggu lalu saya pernah melaksanakan rontgen, maka saya kini hanya perlu membawa hasil rontgen dan surat sakti yang menerangkan sedikit fenomena di paru saya (pernah kena TBC, sudah sembuh).
Skip skip skip dan menunggu lagi untuk kurang lebih dua minggu.
Wawancara Direksi
Inilah inilah inilah. Suatu pagi di tengah jalan menuju kantor, ada email masuk, menerangkan saya lolos ke tahap pantukhir alias wawancara direksi. Deg degan bukan main, seumur hidup baru pernah saya akan diwawancara oleh direksi langsung. Saya disuruh memersiapkan banyak, banyak sekali dokumen, termasuk ijazah dari SD hingga Kuliah, SKCK, NPWP, Rekening BNI, dan sebagainya. Wah nyaris fix pisan kan ini, tetapi tidak boleh sombong dulu. Yasudah ini harus diurus.
MENGURUS SKCK.
Saya kok mudah yah, karena sebelumnya sudah pernah antisipasi membuat surat pengantar dari RT RW dan Kelurahan, dan pernah pasfoto beragam ukuran berlatar belakang merah, jadi ya ini mudah saja. Tinggal datang ke Polres Kebayoran Baru, lalu saya mengisi detil diri, cetak cetek, hanya satu jam kurang, SKCK sudah ada di tangan saya. Tidak seribet di blog-blog lain, hehe, hiduplah Polres Kebayoran Baru. Oh ya jangan lupa dikopi lalu dibuatkan legalisirnya.
MENGURUS NPWP
Ini juga pernah, sih, lebih mudah lagi, silahkan googling "Membuat NPWP", ada semacam form online yang harus diisi, disubmit, dan akan kita dapatkan response nya alias semacam bukti permohonan cetak gitu kali ya. Bukti sakti ini, keesokan harinya akan kita bawa, suatu kantor pelayanan pajak. Karena KTP saya Jakarta Selatan, maka saya diarahkan ke Kantor Pajak di ..... Pondok Pinang kalau tidak salah. Datang jam 10an pagi, cetak cetek, tidak ada antri, jam setengah 11 kartu NPWP saya sudah jadi. Hiduplah Indonesia Raya.
REKENING BNI
Yah ini dulu dibuatin kampus ... terus cuman diperpanjang pas lulus .... gampanglah hehe.
IJAZAH SD-KULIAH
Susah euy nyarinya di gudang.
KK + AKTE
Sama susah pisan nyarinya.
Yasudah, persyaratan lengkap, kira-kira seminggu setelah saya menerima email untuk memersiapkan berkas itu, saya mendapatkan email lagi ... yakni jadwal pantukhir nya, yakni keesokan hari dari tanggal email tsb. Mak, bolak-balik lah lagi saya Jakarta Bandung Jakarta Bandung Jakarta.
Rupanya, di hari H, ada muka-muka baru. Saya, Mas Akbar, dan Mas Yanuar, dengan tambahan Mas Adi, Mbak Cica, dan Mbak Puput. Hanya saya dari teknik tenaga listrik, tetapi kini rupanya ada teman dari kampus cap gajah, yakni Mbak Cica. Hanya beliau lulusan S2 ....... teknik industri, saya hanyalah S1. Paling piyik, eh tidak, rupanya Mas Adi berasal dari kampus cumi-cumi, fisika, angkatan 2010. Walhamdulillaah tidak paling muda lagi.
Suasana menunggu berjalan dengan cair, alhamdulillaah, ada teman untuk menghilangkan kegugupan. Mbak Cica dan Mbak Puput sebagai ladies harus menerima kodrat ladies first. Baiklah, mangga ateuh. Skip skip skip, tibalah giliran ... saya. Seumur hidup saya belum pernah bertemu direksi asli, dan sekalinya bertemu saya langsung diarahkan untuk bertemu bapak Harkandri M. Dahler, selaku EVP Human Capital & Corporate Affairs. Bersama dengan Pak Nanang selaku VP Human Capital, dan Pak GM yang waktu itu menginterview user saya.
Pada sesi pantukhir ini ... kok malah saya ya yang kebanyakan diberikan nasehat, saya jadi merasa malu dan nggak enak ehehehehe. Malah saya dibacakan hasil psikotest saya, berapa IQ saya dan apa kategori IQ saya, apa kelebihan dan kekurangan saya, serta bagaimana saya memerbaiki kekurangan dan menjaga kelebihan saya ini. Malu euy kalau harus ditulisin detail, hehehehe, tapi mah alhamdulillaah untuk kekurangan sesuai prediksi saya, dan memang sedang saya upayakan betul perbaikannya. Adapun untuk kelebihan ... ya ada yang benar, tapi ada satu yang ... ya saya aminin aja. Hahahaha.
Ada satu quotes dari Pak Harkandri tapi yang mengena di hati saya "Kamu nanti kerja di sini ya, lalu kamu beritahu itu teman-teman kamu yang tidak tahu GMF itu perusahaan apa, dan kamu terangkan bahwa GMF ini adalah perusahaan yang born to be great! Dan kamu juga sejatinya seperti itu."
Aih sedap mantap siap pak dilaksanakan delapan puluh enam.
Kembali, sesi wawancara saya selalu yang paling singkat. Entah ini hal yang baik atau buruk, atau jawaban saya yang terlalu lugas apa adanya, atau ... atau ... ah sudahlah. Lagi-lagi ini hari Kamis. Konon akan diberi kabar Jum'at pagi. Ah selow lah ya mungkin seperti yang waktu itu. Eh sampai assalaamu'alaikum Jum'atan selesai, kok belum ada email masuk. Wah aku ya piye. Saya hanya bisa guling-guling bingang bingung entah bagaimana rasanya menunggu ini itu. Ah sudahlah.
Jreng, rupanya email masuk di sore hari. Alhamdulillaah saya diundang untuk mengikuti sesi perjanjian kontrak kerja hari selasa-nya. Subhanallaah, Maha Suci Allah ......
Untuk sesi perjanjian kontrak kerja nya, hehehe maaf yee menurut saya mah agak confidential ,,, dibahas via japri aja ye.
Begitulah, Alhamdulillaah wa syukurillaah, berkah menjelang Ramadhan dari Allah. Akhirnya impian saya tercapai. Semoga menjadi langkah awal saya untuk mengabdi bagi Tuhan, Bangsa, dan Almamater (merdeka!!!). Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Saya juga menyenangi naik pesawat semenjak saya merasakan naik pesawat. Waw. Benda terbang sakti. Sensasi terbang jelas sudah merasuki sanubari saya sejak saat itu. Selamanya ingin terbang, atau setidaknya ingin merasakan terus berkontribusi kepada pesawat terbang. Sempat terbesit menjadi bisnismen, supaya bisa terbang-terbang terus. Sempat terpikir jadi traveller, supaya bisa jalan-jalan naik pesawat terbang melihat alam yang indah. Tidak, saya tidak sempat terpikir menjadi pramugari, tidak cocok, mungkin cocoknya jadi pramugari di pesawat kargo kali ya.
Cita-cita itu kemudian menghilang perlahan-lahan, karena saya jarang naik pesawat. Lalu naik, terbesit lagi, lalu hilang, lalu sempat muncul lagi ketika mendaftar USM Cap Gajah dan menempatkan FTMD di pilihan ketiga saya. Teknik Aeronautika dan Astronotika alias Teknik Penerbangan fix, gumam batin saya.
Apa daya saya dapat STEI Cap Gajah. Teknik Tenaga Listrik pula. Tentu alhamdulillaah, patut disyukuri, tetapi baiklah mimpi saya kini semakin memudar ...
Hingga semester enam. Kuliah elektronika daya. Konsep more electric aircraft pernah digumamkan oleh seorang insinyur yang saya kagumi, sebut saja beliau Pak Pekik. Pak Pekik mengatakan bahwa kelak teknologi elektronika daya akan mengambil alih dunia (sounds like evil plan didn't it?), tak terkecuali pesawat terbang. Mobil listrik saya tidak heran, tetapi pesawat listrik? Dunia sudah agak gila, Pak Pekik mungkin gila, atau mungkin saya yang sedang tertidur. Rupanya saya sadar, tidak benar-benar seutuhnya pesawat listrik, tetapi pesawat yang lebih digerakkan oleh tenaga listrik ketimbang mekanik, hidrolik, maupun pneumatik. Bisa di googling sih, tetapi kurang lebih padanannya dulu lah ketika dunia heboh-hebohnya dengan pesawat fly by wire, apalagi yang Pak Habibie rancang. Menggantikan aktuator-aktuator mekanik hidrolik dan pnemuatik dengan motor listrik, dan persinyalan elektrik. More electric aircraft katakanlah konsep pengembangan yang lebih maju dari fly by wire.
Bila konsep fly by wire lebih menekankan pada antarmuka kendali pilot - aktuator yang digerakkan sepenuhnya oleh sinyal elektrik, maka more electric aircraft menekankan pada konsep sediaan energi (non propulsi) yang sepenuhnya kini bersifat "elektrik". Tidak ada lagi reduksi roda gigi yang mengendalikan frekuensi generator yang diputar oleh turbin pesawat : frekuensi daya listrik diatur secara elektrik, dan tidak diperlukan lagi "bleed air" sebagai sumber energi beban-beban pneumatik ... ah sudahlah, belum terlalu paham.
Intinya begitu. Saya kembali tertarik lagi dengan industri penerbangan. Kali ini saya mantap, menjadi ensinyur nya, yang menjamin kelaikkan pesawat terbang. Mampu terbang dan mampu kembali untuk mengabarkan pengalaman terbang tersebut.
Bagaimana cara ya?
Semester 7, teman-teman saya di jurusan teknik elektro ada semacam kunjungan industri. Saya juga ada di Teknik Tenaga Listrik ... tapi ke PLTU. Pabrik kabel. Pabrik trafo. Dan Puslitbang PLN. Bolehlah, tapi tidak ada pabrik pesawat. Teman-teman saya di jurusan teknik elektro, secara mengejutkan, ada. Bukan pabrik, sih, mungkin lebih tepatnya "bengkel", tetapi jangan bayangkan bengkel seperti variasi otomotif yang acapkali dapat kita temukan di jalan-jalan raya. Bengkel ini luar biasa besar. Alih-alih garasi, bengkel pesawat ini punya-nya "Hangar", sanggup menampung sekian banyak pesawat, melakukan bongkar ulang, turun mesin, naik mesin, hingga .... segala hal yang mungkin bila diizinkan, melakukan "pimp my plane." Mungkin ya.
Bengkel pesawat itu bernama Garuda Maintenance Facility alias GMF AeroAsia.
Fix.
Saya bertekad suatu saat akan bekerja di perusahaan ini. Menjadi insinyur pesawat terbang, yang memungkinkan pesawat terbang dapat terbang (kembali), terus terbang, terbang terus. Menjamin kelaikkan terbang, membenarkan apa yang rusak, dan meningkatkan apa yang dapat ditingkatkan. Saya ingin "bermain" bersama pesawat terbang ..! Saya ingin berada di balik mereka yang tersenyum saat berpergian dengan pesawat terbang, saya ingin sekuat tenaga saya menghubungkan Indonesia dengan pesawat terbang yang andal dan laik terbang selalu...
Piye tah?
Akhirnya suat bulan Maret 2015 saya mendapatkan info lowongan dari web nya GMF. Sayang, berhubung saat itu sisfo web nya (sepertinya) sedikit mengandung bug, singkat kata data yang saya input selalu tereset. Walhasil, saya menghubungi teman saya yang sudah lebih dulu masuk bulan Desember (masa magang saya belum selesai saat itu), dan mencoba sedikit jalur "Goyang-goyang" : email langsung ke bagian HRD nya.
Tembus. Saya mendapatkan balasan bahwa berkas yang saya kirim (CV dkk) diproses dan akan disertakan daalam seleksi.
Yang tidak saya sangka hanya dua minggu semenjak pengumpulan. Jadi, beginilah tahapannya
Seleksi berkas.
Sudah di atas yaa. Do the best buat CV dan Resume yang menarik.
Tes Bahasa Inggris.
Listening 100 soal. Rasanya lelah banget. Belum juga harus mengerjakan 100 soal reading. Tapi soalnya relatif mudah, walau dibandingkan dengan TOEFL PBT tetap lebih mudah soal ini. Durasi tes hanya 2 jam, dan diumumkan 3 hari setelahnya, psikotest seminggu setelah tes bahasa inggris ini.
Psikotest + Wawancara Psikotest
Inilah. Konon kata senior saya dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2008, banyak sekali yang rontok di tahap ini. Psikotesnya relatif lengkap, dari tes logika, tes inventori, wartegg, menggambar orang, menggambar pohon, dan tentu saja tes koran. Durasi pengerjaan kurang lebih dari jam 08.30 hingga 12.30. Kemudian, secara bergantian, beberapa dari kami (oh ya di tes B. Inggris kurang lebih ada 120an, lalu ini tersisa 60an) akan dipanggil oleh psikolog/HR untuk melaksanakan wawancara psikotest. Bagian ini juga tricky karena yang ditanyakan adalah seputar manajemen stress, manajemen amarah, cara membagi waktu, relasi dengan keluarga, dan sebagainya. Mungkin dilihat kedewasaan dan sikap kerja kita kali ya. Tips nya sih jangan lupa untuk menjaga kontak mata, tetap tersenyum secara natural, atur nafas dengan pede dan tenang, dan jangan melakukan gerakan-gerakan yang lebai. Oh ya, saya ditanyakan oleh intervieweer ini mengenai sosok yang saya gambar. "Ini kamu bossy ya? Kok di sabuknya ada tulisan boss?" "Oh nggak bu, ini dosbing saya, memang seingat saya suka pakai ikat pinggang merek BOSS"... dan interviewer ini tertawa. Ya, kala sempat dan bisa, jangan lupa hibur ibu/bapak interviewer ini. Dibandingkan interviewer di tahap selanjutnya, mereka pasti mewawancara orang yang lebih banyak dan beragam. Mungkin mereka lelah.
Saya menunggu secara HARAP-HARAP CEMAS, dan semakin cemas menyadari teman saya anak teknik penerbangan berkata "Gua di email nih, isinya gak lolos." jreng, aku ya piye. Di sisi lain email yang masuk ke inbox saya hanyalah email-email dari bukalapak dot com. Begitu saya tanya ke dia "Wah tapi tenang sih dot namalu ga ada di list penerima emailnya". Tenang dari hongkong, nais, malah makin berdebar-debar saya enggak ada kepastian begini.
Alhamdulillaah, rupanya memang benar, saya harus tenang, beberapa hari setelahnya (menggenapkan nyaris dua minggu), saya mendapatkan email, diizinkan lanjut ke tahap interview user.
Interview User
Seumur hidup saya baru pernah sampai ke tahapan setinggi ini. User, men. Saya lebih-lebih jiper menyadari bahwa saya adalah peserta interview user termuda, dengan pengalaman kerja terminim, apalagi yang dari kampus Cap Gajah hanya saya. Sisanya, saya bertemu tiga orang, Mas Yanuar, Mas Akbar, dan Mas Arkham. Ketiganya berasal dari kampus Gajah Yang Lain. Mas Yanuar dari Teknik Fisika, dan konon menjadi presiden mahasiswa di eranya, da aku mah apa atuh makin jiper kan. Mas Akbar dari Teknik Mesin, konon secondhand nya Mas Yanuar, duh ya aku piye. Mas Arkham yang paling senior, juga dari Teknik Mesin. Yet the show must goes on lhah ya.
Giliran pertama sepertinya giliran saya. Walah sikat weh lah.
Saya bertemu dengan dua orang user, satu dari pihak HRD yang cukup senior dan satu adalah (konon) seorang GM dari suatu divisi. Karena PT. GMF AeroAsia adalah perusahaan kelas internasional (bedew) maka Pak HRD (oh ya nama sengaja tidak saya sebutkan ya, bisi nanti ketahuan hahahaha) mengajak saya bercakap-cakap dengan Bahasa Inggris. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi bahasa Inggris yang biasanya saya pedekan dan andalkan ketika berbicara dengan bule-bule Aussie di Bali, mendadak luntur total, hanya terbatas pada pemahaman kosakata dasar. Hebat memang aura interviewer. Yang terjadi selanjutnya adalah saya di cut hingga pengenalan diri sendiri dalam bahassa Inggris selesai.
Lalu saya ditanyakan alamat FB saya. Lalu pak HRD yang membawaa laptop ini kemudian sepertinya menyimak-nyimak FB saya dan sedikit tertawa-tawa. Sile cari Dito Wijanarko mungkin membangkitkan tawa anda.
Berlaih ke Pak GM. Saya diulas habis pengetahuan teknis nya. Berkaitan dengan pengetahuan magang saya dalam merancang sistem propulsi mobil listrik, dari hulu hingga hilir. Bagaimana turun spesifikasinya, desain konsep, desain detil, dan dari desain detil bagaimana pembagian beban kerja nya, siapa dapat mengerjakan apa, bagaimana mengintegrasikan dan menguji semua komponen sistem, dsb. Cukup detil, beliau melihat benar bagaimana alur berpikir kita dalam system design (mungkin ini pekerjaan saya di masa depan??? entahlah).
Pengetahuan teknis beres, selanjutnya digali tentang pengalaman ekstrakurikuler saya. Seperti pernah menjabat di ini itu, ikut organisasi ini itu, lalu ... bagaimana kamu membagi waktunya. Saya diberi case misalkan membagi waktu antara pacar kuliah organisasi dan keluarga. Skip skip skip skip setelah menggocek kanan kiri dan memberi jawaban sediplomatis yang saya bisa, saya diberikan statement "Kamu sekarang udah ga ada pacar? Yah itu tuh makanya manajemen waktu kamu ke pacar kurang tuh dulu." Jreng. Hahahaha sial juga, tapi ada benarnya. Eh malah curhat.
Yaudah ...
Saya hanya menghabiskan waktu relatif 45 menit. Paling singkat. Ketimbang selanjutnya Mas Yanuar dan Mas Arkham.
Kami kembali harap-harap cemas, tetapi memang mental Mas Yanuar sudah teruji, beliau membesarkan hati kami "In syaa Allah sekantor lah kita nanti. Sampai jumpa ya."
Medical Check Up
Langsunglah besok (kemarin hari Kamis) siang nya menjelang Jum'atan saya diberikan email. Senen diharapkan checkup ke Lab Cito Fatmawati. Men, kondisi saya saat itu sebenarnya sedang tidak fit benar, sedang dilanda sakit bernama Otitis Media Akut. Saya khawatir benar obat-obat yang saya minum akan memengaruhi pembacaan urin maupun darah, dan saat pengecekan fisik telinga nanti akan ketahuan. Ah tapi sudahlah, bermodalkan kepedean sedikit, in syaa Allah lah bisa dilewati. Mulai hari Jum'at hingga Minggu malam saya benar-benar menjaga pola makan. Karena diharuskan makan terakhir jam 10, maka untuk alasan kesehatan saya makan terakhir jam 7 malam, dan setengah 10 mengonsumsi satu buah pisang.
Sayangnya, keesokan harinya di Lab Cito, saya entah mengapa memberitahukannya terakhir makan jam 7, walhasil saya harus datang kembali esok hari. Untungnya saya masih bisa melakukan pemeriksaan yang lain seperti pemeriksaan fisik dan EKG.
Baiklah, selasa datang, lalu melaksanakan pengambilan darah, urin, dan feses. Oh ya sekedar tips, lebih baik persiapkan benar-benar strategi mengambil feses, bila tidak ingin menunggu lama seharian sampai jam setengah 12 siang. Oh ya mengenai rontgen, karena baru beberapa minggu lalu saya pernah melaksanakan rontgen, maka saya kini hanya perlu membawa hasil rontgen dan surat sakti yang menerangkan sedikit fenomena di paru saya (pernah kena TBC, sudah sembuh).
Skip skip skip dan menunggu lagi untuk kurang lebih dua minggu.
Wawancara Direksi
Inilah inilah inilah. Suatu pagi di tengah jalan menuju kantor, ada email masuk, menerangkan saya lolos ke tahap pantukhir alias wawancara direksi. Deg degan bukan main, seumur hidup baru pernah saya akan diwawancara oleh direksi langsung. Saya disuruh memersiapkan banyak, banyak sekali dokumen, termasuk ijazah dari SD hingga Kuliah, SKCK, NPWP, Rekening BNI, dan sebagainya. Wah nyaris fix pisan kan ini, tetapi tidak boleh sombong dulu. Yasudah ini harus diurus.
MENGURUS SKCK.
Saya kok mudah yah, karena sebelumnya sudah pernah antisipasi membuat surat pengantar dari RT RW dan Kelurahan, dan pernah pasfoto beragam ukuran berlatar belakang merah, jadi ya ini mudah saja. Tinggal datang ke Polres Kebayoran Baru, lalu saya mengisi detil diri, cetak cetek, hanya satu jam kurang, SKCK sudah ada di tangan saya. Tidak seribet di blog-blog lain, hehe, hiduplah Polres Kebayoran Baru. Oh ya jangan lupa dikopi lalu dibuatkan legalisirnya.
MENGURUS NPWP
Ini juga pernah, sih, lebih mudah lagi, silahkan googling "Membuat NPWP", ada semacam form online yang harus diisi, disubmit, dan akan kita dapatkan response nya alias semacam bukti permohonan cetak gitu kali ya. Bukti sakti ini, keesokan harinya akan kita bawa, suatu kantor pelayanan pajak. Karena KTP saya Jakarta Selatan, maka saya diarahkan ke Kantor Pajak di ..... Pondok Pinang kalau tidak salah. Datang jam 10an pagi, cetak cetek, tidak ada antri, jam setengah 11 kartu NPWP saya sudah jadi. Hiduplah Indonesia Raya.
REKENING BNI
Yah ini dulu dibuatin kampus ... terus cuman diperpanjang pas lulus .... gampanglah hehe.
IJAZAH SD-KULIAH
Susah euy nyarinya di gudang.
KK + AKTE
Sama susah pisan nyarinya.
Yasudah, persyaratan lengkap, kira-kira seminggu setelah saya menerima email untuk memersiapkan berkas itu, saya mendapatkan email lagi ... yakni jadwal pantukhir nya, yakni keesokan hari dari tanggal email tsb. Mak, bolak-balik lah lagi saya Jakarta Bandung Jakarta Bandung Jakarta.
Rupanya, di hari H, ada muka-muka baru. Saya, Mas Akbar, dan Mas Yanuar, dengan tambahan Mas Adi, Mbak Cica, dan Mbak Puput. Hanya saya dari teknik tenaga listrik, tetapi kini rupanya ada teman dari kampus cap gajah, yakni Mbak Cica. Hanya beliau lulusan S2 ....... teknik industri, saya hanyalah S1. Paling piyik, eh tidak, rupanya Mas Adi berasal dari kampus cumi-cumi, fisika, angkatan 2010. Walhamdulillaah tidak paling muda lagi.
Suasana menunggu berjalan dengan cair, alhamdulillaah, ada teman untuk menghilangkan kegugupan. Mbak Cica dan Mbak Puput sebagai ladies harus menerima kodrat ladies first. Baiklah, mangga ateuh. Skip skip skip, tibalah giliran ... saya. Seumur hidup saya belum pernah bertemu direksi asli, dan sekalinya bertemu saya langsung diarahkan untuk bertemu bapak Harkandri M. Dahler, selaku EVP Human Capital & Corporate Affairs. Bersama dengan Pak Nanang selaku VP Human Capital, dan Pak GM yang waktu itu menginterview user saya.
Pada sesi pantukhir ini ... kok malah saya ya yang kebanyakan diberikan nasehat, saya jadi merasa malu dan nggak enak ehehehehe. Malah saya dibacakan hasil psikotest saya, berapa IQ saya dan apa kategori IQ saya, apa kelebihan dan kekurangan saya, serta bagaimana saya memerbaiki kekurangan dan menjaga kelebihan saya ini. Malu euy kalau harus ditulisin detail, hehehehe, tapi mah alhamdulillaah untuk kekurangan sesuai prediksi saya, dan memang sedang saya upayakan betul perbaikannya. Adapun untuk kelebihan ... ya ada yang benar, tapi ada satu yang ... ya saya aminin aja. Hahahaha.
Ada satu quotes dari Pak Harkandri tapi yang mengena di hati saya "Kamu nanti kerja di sini ya, lalu kamu beritahu itu teman-teman kamu yang tidak tahu GMF itu perusahaan apa, dan kamu terangkan bahwa GMF ini adalah perusahaan yang born to be great! Dan kamu juga sejatinya seperti itu."
Aih sedap mantap siap pak dilaksanakan delapan puluh enam.
Kembali, sesi wawancara saya selalu yang paling singkat. Entah ini hal yang baik atau buruk, atau jawaban saya yang terlalu lugas apa adanya, atau ... atau ... ah sudahlah. Lagi-lagi ini hari Kamis. Konon akan diberi kabar Jum'at pagi. Ah selow lah ya mungkin seperti yang waktu itu. Eh sampai assalaamu'alaikum Jum'atan selesai, kok belum ada email masuk. Wah aku ya piye. Saya hanya bisa guling-guling bingang bingung entah bagaimana rasanya menunggu ini itu. Ah sudahlah.
Jreng, rupanya email masuk di sore hari. Alhamdulillaah saya diundang untuk mengikuti sesi perjanjian kontrak kerja hari selasa-nya. Subhanallaah, Maha Suci Allah ......
Untuk sesi perjanjian kontrak kerja nya, hehehe maaf yee menurut saya mah agak confidential ,,, dibahas via japri aja ye.
Begitulah, Alhamdulillaah wa syukurillaah, berkah menjelang Ramadhan dari Allah. Akhirnya impian saya tercapai. Semoga menjadi langkah awal saya untuk mengabdi bagi Tuhan, Bangsa, dan Almamater (merdeka!!!). Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.



mas, boleh minta kontaknya, kebetulan saya sudah sampai tahap pantukhir, mau nanya-nanya lebih lanjut hehe terima kasih mas :)
ReplyDeleteoh, helo! sile bisa coba cari id line a/n wijanarkos
DeleteMas, boleh tanya ... pas interview user emang pake bhs. Inggris buat perkenalan diri dan lain2 nya ?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletegan, boleh tanya gak tips n trik buat interview user kbtulan ane mau iview user ni gan. oiya sama sesi perjanjian kontrak kerja nya juga gan , heheh maaf banyak, via japri boleh gan st0n3.batu@gmail.com
ReplyDeleteMas boleh minta kontaknya? Alhamdulillah saya masuk sesi pantukhir
ReplyDelete